Hari Pertama PKL

Senin, 17 Februari 2014
Ceritanya sok sibuk

Jenuh, iyaah, dihari pertama gue prakerin rasanya jenuh, malu udah pasti malu soalnya banyak anak dari sekolah lain yang udah prakerin duluan. Gue melaksanakan prakerin tanggal 17 Februari 2014 di Indo Komputer (Indo Com) tepatnya di Purwokerto deket hotel Aston ama 4 Cowok termasuk gue, Jeki, Gatul, korep dan 2 cewek (Sani dan lhely). Dipisah untuk ruangan cowok dan cewek, pas diruangan cowok anak dari sekolah lain udah pegang laptop masing-masing, gue bingung banget, dalam hati gue bilang *waahhh sialan, laptop di kost lagi* akhirnya gue minjem ama Sani, 1 jam kemudian laptop diambil, jadinya yaa cuma bisa liatin anak-anak dari sekolahan lain yang sedang asik mendownload, online, main game dsb. Dari jam 9 sampe jam 5 kita berempat cuma diem, duduk, kedinginan karena ac nggak mati-mati. Hahaha kalo dibayang-bayangin tersiksa banget gue. Jenuh, kangen sama emak, pengen banget pulang pokoknya daaahhhh. Okeh cukup gitu aja postingan gue kali ini..

Share this Article

Nama gue Imron Rosadi. Tapi gue lebih suka di paggil 'imyon' dengan huruf kecil semua. Bukan Madao. Hanya manusia biasa yang terbiasa menjadi orang biasa, tak akan menjadi menjadi orang luar biasa, karena sudah biasa | Menyukai semua tentang Negeri Sakura dan Negeri Matahari Terbit terutama 48 Group dan Anime.

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

1 komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog Saya, silahkan sampaikan pesan Anda pada kotak komentar dibawah karena Saya akan mengunjungi kembali blog Anda.

1) Berkomentarlah sesuai artikel di atas
2) Tidak mengandung kata-kata kasar
3) Diharapkan untuk tidak berkomentar spam!
4) Berkomentarlah menggunakan bahasa yang jelas
4) Jika Anda suka artikel ini klik "Bagikan posting Facebook, G+ atau Twitter"
5) Untuk setiap komentar yang disampaikan, mohon maaf apabila tidak segera dibalas
6) Mohon untuk tidak menggunakan link aktif di dalam komentar

Semua komentar, saran dan kritik akan Saya terima dengan senang hati, selama Anda menyampaikannya secara sopan, untuk komentar kasar mohon maaf tidak akan ditampilkan atau mungkin akan Saya hapus.