Hubungan Antara Fatin dan Michael Jackson

Minggu, 13 Juli 2014

Fatin Shidqia Lubis dan Michael Jackson adalah dua nama yang tak perlu diragukan lagi popuraritasnya. Meski harus diakui dalam hal banyak hal, Fatin harus banyak belajar dari sang Raja Pop Dunia itu. Keduanya juga memiliki karakter vokal khas yang sangat mudah dikenali begitu kita mendengar suaranya. Dan ada satu hal yang cukup mengejutkan, ternyata Fatin masih kerabat Michael Jackson! Mereka berdua punya “Mbah” yang sama, namanya SONY.
Fatin dan Michael Jackson berada di bawah label rekaman yang sama, Sony Music Entertainmet (SME). Fatin dibawah label Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI) yang merupakan anak perusahaan Sony Music Entertainment, label rekaman global berkedudukan di New York yang juga menaungi Michael Jackson. Sementara SME berada di bawah Sony Corporation of America yang merupakan anak perusahaan Sony Corporation Japan. Kalo bingung jangan dipikirin, ntar stres J

Jika Fatin masih beberapa bulan saja menjalin kemitraan dengan Sony Music, maka Michael Jackson sudah puluhan tahun berada di bawah bendera Sony Music, bahkan hingga kini di saat ia telah tiada. Fatin baru punya dua single resmi bersama Sony, sementara Michael bersama Sony Music sudah menghasilkan beberapa album dan puluhan bahkan ratusan single yang terbukti banyak menjadi hits dunia.
Album Thriller Michael Jackson suskses menjadi album terlaris sepanjang masa yang masih bertahan hingga kini. Album Bad sempat menjadi album terlaris kedua sepanjang massa. Disusul Dangerous yang menjadi album terlaris di awal dekade 1990an. Demikian juga dengan dobel album HIStory yang mencetak angka penjualan fantastis, meskipun mengalami penurunan di banding album-album sebelumnya. Album Invincible di awal abad 20, juga mendapat respon positif dan cukup sukses dipasaran, meskipun angkanya masih dibawah standard untuk ukuran seorang megabintang sebesar Michael Jackson. Invincible menjadi album solo terakhirnya hingga ia wafat tanggal 25 Juni 2009.
Meski berada di bawah Sony Music, tapi Michael Jackson yang terkenal perfeksionis itu ingin lebih bebas berkreasi. Iapun mendirikan perusahaan pribadi bernama MJJ Production dengan label rekaman MJJ Music yang masih berada di bawah bendera SME. Setidaknya dengan cara ini ia bisa lebih bebas mengatur sendiri banyak hal terkait rekaman lagu, video klip, film dan berbagai pertunjukannya.
Tentunya, sebagai label rekaman terbesar kedua dunia, Sony Music punya standar dalam hubungan dengan artis-artis yang berada dalam manajemennya serta bagaimana memperlakukan mereka sehingga bisa menghasilkan karya yang juga sesuai standar perusahaan. Sony Music juga sukses melahirkan performer hebat dunia seperti Justin Timberlake, Britney Spears, Calvin Harris, Avril Lavigne, Alicia Keys, Audioslave hingga One Direction.
Terus terang gue Ikut puas dan bersyukur ketika Fatin terpilih menjadi juara X Factor Indonesia (XFI) dan mendapat hadiah kontrak rekaman eksklusif dengan SMEI. Itu berarti dua idola gue berada dalam satu label rekaman yang sama, suatu kebetulan yang menyenangkan bagi gue pribadi. Pada awalnya gue lega Fatin diproduseri sekaligus dimanajemeni Sony Music, label yang puluhan tahun ikut andil membentuk karakter dan musikalitas megabintang sekelas Michael Jackson. Setidaknya gue tahu bagaimana standar musik Sony dari lagu dan album yang sudah dihasilkan Michael dengan seabrek prestasi dan penghargaan yang telah diraih.
Tanpa bermaksud menuntut terlalu tinggi, gue sempat berpikiran jauh ke depan tentang karier Fatin. SMEI adalah perusahaan rekaman nomor satu di Indonesia yang merupakan anak perusahaan SME. Bukan tidak mungkin, jika mampu membuktikan eksistensi dan kualitasnya sebagai bintang besar Indonesia serta mampu memenuhi standar yang ditentukan SME, Fatin akan diberi kesempatan untuk berkiprah di level lebih tinggi, dunia, alias go internasional.
Khayalan gue nggak berhenti disitu aja. Sony adalah perusahaan multibisnis dunia yang juga mempunyai divisi film yakni Sony Pictures dengan banyak anak perusahaan seperti Columbia Pictures, TriStar Pictures, MGM, Screen Gems dan masih banyak lagi anak perusahaan lainnya. Bukan tidak mungkin lagi, jika Fatin suatu saat nanti juga ditawari main film produksi Sony. Beberapa contoh artis Sony yang sukses merambah film adalah Justin Timberlake dan Alicia Keys. Dan bukan tidak mungkin lagi, Fatin nantinya akan menjadi model iklan produk-produk Sony.
Itu semua memang hanya khayalan gue aja sebagai seorang pemerhati Fatin. Mimpi yang mungkin bagi sebagian orang sangat utopis. Tidak mungkin? Mungkin saja. Jika kita kembali ke belakang, bahkan mungkin Fatin sendiri dulu tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi sosok remaja putri sukses dan paling populer saat ini. Dari bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, kini menjadi artis remaja dengan karier yang kian mengkilap.
Apapun masih mungkin saja terjadi, jika kita melihat potensi besar yang dimiliki Fatin. Tinggal bagaimana mengoptimalkan potensi tersebut dengan kemauan untuk terus berlatih memperbaiki penampilan didukung manajemen yang paham betul apa yang harus dilakukan pada artis sebagai mitranya. Tentunya semua butuh proses dan tak bisa dipaksakan.
Sebagai penyanyi, kualitas vokal menjadi faktor yang sangat penting, selain Faktor X yang ikut andil mengantarkan Fatin menjadi jawara XFI. Agar dapat terus bertahan di tengah ketatnya persaingan industri musik, kualitas vokal yang baik harus terus dipertahankan disamping variasi pada aransemen dan genre yang dapat terus berkembang seiring tuntutan pasar.
Sangat disayangkan jika karakter vokal Fatin yang sangat khas itu kemudian menjadi kurang maksimal bahkan “rusak” karena suatu hal yang sebenarnya dapat dimanage lebih baik lagi, seperti padatnya jadwal kegiatan yang pada akhirnya mengakibatkan kelelahan dan berpengaruh pada kualitas vokal Fatin. Tanpa harus menunjuk siapa yang paling bertanggung jawab, jika diamati beberapa penampilan terakhir Fatin, nampak sekali dia kelelahan, kemampuan untuk mencapai nada tinggi dengan nafas panjang yang dulu sering kita nikmati saat Gala Show hingga Grand Final XFI, kini jarang bisa kita dengar.
Memang yang paham bagaimana kondisi diri Fatin adalah Fatin sendiri, dan yang tahu bagaimana harus me-manage penampilan Fatin adalah manajemennya dari SMEI. Tentunya sudah ada jalinan koordinasi yang baik diantara keduanya sebagaimana kontrak yang telah disepakati bersama. Tapi, demi menjaga kualitas vokal dan penampilan Fatin yang tentu saja merupakan aset berharga Sony, tentunya keduanya bisa saling berkomunikasi jika dirasa ada sesuatu yang kurang dan dapat mengurangi kualitas penampilan Fatin.
Michael Jackson sendiri tercatat sering menunda penampilannya karena kondisi yang kurang fit. Percuma baginya memaksakan tampil tapi tidak maksimal, lebih baik ditunda sehari untuk istirahat dan tampil keesokan harinya dengan kondisi yang lebih fresh. Ini pernah dilakukannya saat Dangerous World Tour di Singapura tahun 1993. Ia membatalkan konser satu jam sebelum show dimulai, padahal penggemarnya sudah memadati National Stadium Singapura. Konserpun ditunda sehari dan ia bisa tampil memukau membayar kekecewaan penggemarnya tanggal 29 Agustus 1993 yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 35.
Itu hanya sekedar contoh, Fatin tak perlu dan mudah-mudahan tak pernah sampai melakukan pembatalan semacam itu. Oleh karena itu, Fatin sendiri harus dapat menjaga kondisi dirinya sendiri agar kualitas vokalnya tetap terjaga bahkan bisa lebih baik lagi. Pihak manajemen hendaknya juga mempertimbangkan kondisi fisik dan psikis Fatin dalam menyusun jadwal kegiatan yang harus dijalaninya.
Tentu itu semua hanya sekedar saran dari pemerhati Fatin yang juga seorang MichaelMania. Semuanya kembali pada Fatin, orang-orang terdekatnya dan tentu saja pihak manajemen yang pastinya tahu apa yang terbaik untuk Fatin dan juga memberikan “manfaat” untuk pihak label rekaman.
Dan hingga kini, sebagai penggemar Michael Jackson yang telah puluhan tahun menikmati karya-karyanya yang notabene produksi Sony Music, saya menanti album perdana Fatin dan album-album berikutnya. Semoga single dan album Fatin nanti kualitasnya menyamai bahkan bisa melebihi kualitas lagu dan album yang telah dihasilkan Michael Jackson. Semoga…
Orang yang menulis artikel di atas adalah Mas Dody Kasman . Penggemar Michael Jackson dan Fatin Shidqia Lubis yang sama dengan Saya. Selain Saya dan Mas Dody, apakah ada orang yang ngefans sama Michael dan Fatin?
Artikel dari Mas Dody Kasman . Follow twitter-nya di @Dody_Kasman atau pengen baca artikel yang lebih menarik bisa klik DISINI
---> Original Article <---

Share this Article

Nama gue Imron Rosadi. Tapi gue lebih suka di paggil 'imyon' dengan huruf kecil semua. Bukan Madao. Hanya manusia biasa yang terbiasa menjadi orang biasa, tak akan menjadi menjadi orang luar biasa, karena sudah biasa | Menyukai semua tentang Negeri Sakura dan Negeri Matahari Terbit terutama 48 Group dan Anime.

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

4 komentar

Saya lihat komentarnya masih 0
Aku tambahin deh..

Balas

Sip bang! TOP KOMENTAR pokoknya

Balas

Michael Jackson! ane suka beberapa lagu doi gan (h)

Balas

Coba rekomendasikan hehehe

Balas

Terima kasih telah berkunjung ke blog Saya, silahkan sampaikan pesan Anda pada kotak komentar dibawah karena Saya akan mengunjungi kembali blog Anda.

1) Berkomentarlah sesuai artikel di atas
2) Tidak mengandung kata-kata kasar
3) Diharapkan untuk tidak berkomentar spam!
4) Berkomentarlah menggunakan bahasa yang jelas
4) Jika Anda suka artikel ini klik "Bagikan posting Facebook, G+ atau Twitter"
5) Untuk setiap komentar yang disampaikan, mohon maaf apabila tidak segera dibalas
6) Mohon untuk tidak menggunakan link aktif di dalam komentar

Semua komentar, saran dan kritik akan Saya terima dengan senang hati, selama Anda menyampaikannya secara sopan, untuk komentar kasar mohon maaf tidak akan ditampilkan atau mungkin akan Saya hapus.